Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal
<div style="border: 2px #50366F solid; padding: 10px; background-color: #dedce0; text-align: left;"> <ol> <li>Journal Title : <strong>Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan</strong></li> <li>Initials : Mores</li> <li>Language : English (preferred), Indonesia</li> <li>Frequency : 2 issues per year (April dan September)</li> <li>Online ISSN : <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230509381096122">2988-3253 (online)</a></li> <li>Editor in Chief : Dr. Muhammad Idrus, S.Pd., M.Pd</li> <li>DOI : Prefix 10.36709/mores by Crossref</li> <li>Acreditation : Sinta 4</li> <li>Citation : Google Scholar, Dimensions</li> <li>OAI : <a href="https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/oai">https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/oai</a></li> <li>Publisher : Jurusan PPKn FKIP Universitas Halu Oleo</li> </ol> </div> <p align="justify"><img style="margin: 0px 20px 0px 0px; float: left; max-width: 313px; max-height: 444px;" src="https://mores.uho.ac.id/public/journals/1/cover_issue_4_en_US.jpg" alt="Cover Jurnal Obsesi" width="176" height="232" /></p> <p align="justify"><strong>Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan</strong> merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP Universitas Halu Oleo. Para editor menerima artikel yang menjelaskan penelitian teoritis dan eksperimental terbaru terkait dengan artikel teoritis, studi empiris, makalah berorientasi praktik, studi kasus, dan (5) review makalah. Kata Mores diambil dari bahasa Latin yang berarti moral. Kata Mores dalam KBBI berarti adat istiadat yang mengandung arti hukum susila. Kata Mores juga berarti sopan santun dan tata kelakuan yang bersumber pada ajaran agama, filsafat dan ideologi yang dianut oleh masyarakat. Kata Mores juga dalam bahasa Inggris berarti adat-istiadat. <br /><strong>Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan</strong> mendorong studi dan penelitian sistematis dalam pendidikan, moral dan kewarganegaraan. Jurnal melakukan proses peer review dan double-blind reviewing. Penerimaan atau penolakan artikel akan diputuskan oleh dewan editorial berdasarkan hasil review. Tidak ada komunikasi antara penulis dan editor tentang keputusan penolakan. Penulis yang makalahnya ditolak akan diinformasikan mengenai alasan penolakan. <br /><strong>Mores: Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan</strong> adalah jurnal akses terbuka yang berarti semua konten tersedia secara gratis. Pengguna diizinkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke teks lengkap artikel, atau menggunakannya untuk tujuan yang sah lainnya, tanpa meminta izin sebelumnya dari penerbit atau penulis.</p> <h1 class="section-title mb-2 h1">INFORMATION</h1> <ul> <li><strong><img src="http://jurnal.pknstan.ac.id/public/site/images/rubed/new1.gif" alt="" />Berita Seputar Mores</strong></li> </ul> <p><strong>Mores:</strong> Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan telah terakreditasi <strong>Peringkat 4</strong> mulai Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 sampai Volume 6 Nomor 1 Tahun 2028. Berita Acara Penetapan Hasil Akreditasi Jurnal Periode II Tahun 2025, telah diterbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset, dan Pengembangan Nomor: <a href="https://drive.google.com/file/d/1z3LbEDo8wtTzJ3ELdzMt_nKIkCqMlNHl/view?usp=sharing">286/DST/C3/HM.01.00/2026</a> tanggal 7 April 2026 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2025 Peringkat 3 sampai 6. </p>Universitas Halu Oleoen-USMores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan2988-3253Pengaruh Model Pembelajaran dan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/81
<p>Model pembelajaran yang sesuai merupakan bagian penting dalam kegiatan proses belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Efikasi diri merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh setiap pembelajar. Model pembelajaran inovatif yang mampu mengkombinasikan efikasi diri adalah model discovery learning dan model inkuiri learning. Fokus penelitian ini adalah menguji pengaruh model pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Sampel penelitian ini terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak dengan menggunakan prosedur multistage random sampling. Informasi dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes dan angket. Analisis statistik dilakukan dengan analisis varians (ANOVA) dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning lebih efektif jika dibelajarkan pada siswa yang memiliki efikasi diri tinggi karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan model inquiry learning. Respon siswa pun menunjukkan hasil lebih positif saat diterapkan model pembelajaran discovery learning dibandingkan dengan model inquiry learning. Sebaliknya siswa yang memiliki efikasi diri rendah lebih efektif jika dibelajarkan dengan model discovery learning dan inkuiri learning karena tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. </p>Muhammad Idrus
Copyright (c) 2026 Muhammad Idrus
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2020-04-102020-04-104111010.36709/mores.v4i1.81Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Membina Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 1 Wakorumba Selatan Kabupaten Muna
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/61
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Pancasila dalam membina kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna. Kedisiplinan siswa merupakan aspek penting dalam menunjang proses pembelajaran serta pengembangan karakter di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi satu orang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta siswa SMA Negeri 1 Wakorumba Selatan. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki peran yang sangat penting dalam membina kedisiplinan siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai pembina yang bertanggung jawab dalam membentuk watak dan karakter siswa, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan di lingkungan sekolah.</p>AlmiantiMuh. YusufWa Ode Hijrah
Copyright (c) 2026 Almianti, Muh. Yusuf, Wa Ode Hijrah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-1041111810.36709/mores.v4i1.61Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Membina Karakter Siswa Di SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/62
<p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membina karakter siswa di SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan, dan (2) mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 11 orang, yang terdiri atas 6 siswa sebagai responden, serta kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, 2 orang guru Pendidikan Pancasila, dan 1 guru bimbingan dan konseling sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Pancasila dalam membina karakter siswa sangat penting. Guru Pendidikan Pancasila tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, agen moral, dan komunikator yang efektif dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku siswa. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada siswa meliputi kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kemandirian, yang dilakukan secara konsisten dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Pancasila memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Selain itu, terdapat lima nilai karakter utama yang ditanamkan, yaitu kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kemandirian.</p>Aris AriantoKarsadi
Copyright (c) 2026 Aris Arianto, Karsadi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-1041192510.36709/mores.v4i1.62Peranan Guru Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di Kelas VII SMP Negeri 1 Batukara Kabupaten Muna
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/63
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VII SMP Negeri 1 Batukara, Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas VII, sedangkan informan penelitian meliputi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif kualitatif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila telah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari peran guru sebagai fasilitator, yaitu mampu memfasilitasi kegiatan belajar sesuai dengan perkembangan peserta didik, mengarahkan aspirasi dan perasaan siswa, memberikan perhatian khusus kepada siswa dengan kemampuan yang berbeda, serta mendorong siswa untuk terus belajar melalui berbagai media. Sebagai motivator, guru mampu memotivasi siswa agar berperilaku positif, tidak membeda-bedakan siswa, berperan sebagai orang tua di sekolah, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Sementara itu, sebagai pembimbing, guru memberikan arahan dan bimbingan kepada peserta didik, membantu mengenali serta mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa, serta menyesuaikan perencanaan dan tujuan pembelajaran dengan kondisi, potensi, serta kebutuhan individu peserta didik.</p>Milan SariWa Ode Reni
Copyright (c) 2026 Milan Sari, Wa Ode Reni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-1041263310.36709/mores.v4i1.63Penerapan Keterampilan Dasar Mengajar dalam Pengelolaan Kelas Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di SMP Negeri 1 Maligano
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/64
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan keterampilan dasar mengajar dalam pengelolaan kelas pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IX.C SMP Negeri 1 Maligano. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang berfokus pada penggambaran dan penjelasan mengenai penerapan keterampilan dasar mengajar dalam pengelolaan kelas. Responden dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Pancasila dan 8 orang siswa, sedangkan informan penelitian adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Maligano. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar observasi serta wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Analisis ini meliputi tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keterampilan dasar mengajar dalam pengelolaan kelas belum sepenuhnya dilakukan oleh guru. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, hanya beberapa aspek yang telah diterapkan, seperti memperhatikan sikap dan pengaturan tempat duduk siswa, memulai pembelajaran setelah siswa siap, melakukan gerak mendekati, serta memberikan petunjuk yang jelas. Namun demikian, masih terdapat beberapa keterampilan yang belum diterapkan secara optimal, antara lain memandang siswa secara seksama, mengajukan pertanyaan, memberikan reaksi terhadap gangguan dan ketidakacuhan siswa, memberikan teguran secara bijaksana, memberikan penguatan, memodifikasi tingkah laku, serta mengelola kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan keterampilan dasar mengajar dalam pengelolaan kelas pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IX.C SMP Negeri 1 Maligano masih perlu ditingkatkan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan optimal.</p>Karmila FifianAbdul Halim MomoKasim
Copyright (c) 2026 Karmila Fifian, Abdul Halim Momo, Kasim
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-1041344110.36709/mores.v4i1.64Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII SMP Negeri 14 Kendari
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/60
<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> (PBL) pada siswa kelas VII SMP Negeri 14 Kendari. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila dan 31 siswa kelas VII.D SMP Negeri 14 Kendari, yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Data yang dikumpulkan meliputi data kuantitatif berupa hasil tes belajar siswa dan data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 65% menjadi 92% pada siklus II, atau mengalami peningkatan sebesar 27%. Selain itu, aktivitas mengajar guru juga mengalami peningkatan dari 65% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga meningkat, dari 58,06% (18 siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM ≥ 75) pada siklus I menjadi 83,87% (26 siswa mencapai KKM ≥ 75) pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> (PBL) efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 14 Kendari.</p>Wa Ode Septiana BaskaraIrawaty
Copyright (c) 2026 Wa Ode Septiana Baskara, Irawaty
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-1041425710.36709/mores.v4i1.60Pelaksanaan Manajemen Pengelolaan Kelas dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di SMA Negeri 1 Barangka Kabupaten Muna Barat
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/65
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan manajemen pengelolaan kelas dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Barangka, dan (2) upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan manajemen pengelolaan kelas tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Pancasila dan 15 orang siswa, sedangkan informan penelitian adalah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Barangka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif kualitatif menurut Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Barangka telah berjalan dengan baik, yang ditandai dengan kemampuan guru dalam mengelola kelas, menerapkan disiplin, mengontrol perilaku peserta didik, mengelola konflik, serta melakukan penataan kelas. Adapun upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan antara lain dengan menunjukkan kesabaran, memberikan sanksi yang bersifat mendidik, mengelompokkan siswa, dan memberikan perhatian lebih kepada peserta didik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pengelolaan kelas dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Barangka telah terlaksana dengan baik, meskipun belum sepenuhnya optimal. Guru telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi hambatan yang muncul selama proses pembelajaran, seperti memberikan teguran dan sanksi yang bersifat membangun.</p>Siti Anisa NiaHamuni
Copyright (c) 2026 Siti Anisa Nia, Hamuni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-1041586810.36709/mores.v4i1.65Analisis Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Tes Buatan Guru Pendidikan Pancasila Di SMA Negeri 10 Kendari
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/66
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan <em>Higher Order Thinking Skills</em> (HOTS) pada soal subjektif yang disusun oleh guru Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 10 Kendari pada ulangan semester ganjil kelas X tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode campuran (<em>mixed methods</em>) dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan soal dilakukan melalui langkah-langkah sistematis, yaitu: (1) menganalisis Kompetensi Dasar (KD), (2) menyusun kisi-kisi soal, (3) menulis soal berdasarkan kisi-kisi, dan (4) menyusun pedoman penskoran. Analisis terhadap soal ulangan semester ganjil menunjukkan bahwa soal dengan kategori <em>Lower Order Thinking Skills</em> (LOTS) sebesar 20% (sebagian kecil), <em>Middle Order Thinking Skills</em> (MOTS) sebesar 40% (kurang dari setengah), dan <em>Higher Order Thinking Skills</em> (HOTS) sebesar 40% (kurang dari setengah). Temuan ini menunjukkan bahwa proporsi soal HOTS masih belum dominan dalam instrumen penilaian yang digunakan.</p>La Ode RiskiSulfa
Copyright (c) 2026 La Ode Riski, Sulfa
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-1041697510.36709/mores.v4i1.66Dampak Sosial Pemilihan Kepala Desa Santiri KecamanatanTiworo Utara Kabupaten Muna Barat
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/67
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak sosial dari pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Santiri di Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 6 orang responden dan 15 orang informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial yang muncul pada pemilihan Kepala Desa Santiri tahun 2019 terbagi menjadi dua tahap, yaitu pra pemilihan dan pasca pemilihan. Pada tahap pra pemilihan, terjadi ketegangan sosial di masyarakat yang ditandai dengan sikap saling sindir, kurangnya interaksi sosial antarpendukung calon yang berbeda, serta munculnya sikap ambisius dari calon dan pendukungnya. Kondisi ini bahkan menimbulkan perselisihan antarwarga, termasuk dalam lingkup keluarga, sehingga berdampak pada renggangnya hubungan sosial dan komunikasi. Sementara itu, pada tahap pasca pemilihan, kehidupan masyarakat mulai kembali normal. Nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan solidaritas tetap terjaga, terutama dalam kegiatan sosial seperti acara pernikahan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Meskipun demikian, masih ditemukan adanya dampak sosial berupa sindiran atau pembicaraan di belakang terkait kemenangan Kepala Desa terpilih, yaitu Bapak Abdul Rahim. Namun, secara umum masyarakat Desa Santiri tetap mampu menjaga stabilitas sosial dan menjunjung tinggi nilai adat serta rasa kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.</p>ArwanSamiruddinIndrawati Syamsuddin
Copyright (c) 2026 Arwan, Samiruddin, Indawati Syamsuddin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-1041768310.36709/mores.v4i1.67Fungsi Media Sosial TikTok dalam Mewujudkan Pendidikan Politik Mahasiswa PPKn Universitas Halu Oleo
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/69
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi media sosial TikTok dalam mewujudkan Pendidikan politik mahasiswa PPKn Universitas Halu Oleo. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan PPKn FKIP UHO. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah model dari Miles dan Huberman yang dicirikan oleh tiga kegiatan/aktivitas, yakni reduksi data (<em>data reduction</em>), penyajian data (<em>data display</em>), dan penarikan kesimpulan/verifikasi (<em>conclusion: drawing/verifying</em>). Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa aktif PPKn angkatan 2020, 2021, 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial TikTok: (1) sebagai sumber informasi dan berita politik yang menyediakan berbagai berita dan informasi yang berada di tingkat daerah, nasional, hingga internasional, (2) memperluas jangkauan interaksi berupa memberikan <em>like</em>, mengikuti akun, berkomentar, dan membagikan (<em>shear</em>) pengetahuan dan informasi politik, dan (3) mewujudkan pendidikan politik yang dilihat dari aspek kognitif, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam membentuk pamahaman mahasiswa PPKn. Dalam ranah afektif, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam mendorong dan membentuk sikap mahasiswa PPKn terhadap sebuah persitiwa. Dalam ranah psikomotorik, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam membentuk keterampilam mahasiswa PPKn dalam menghadapi sebuah isu-isu yang tersebar.</p>Ahmad Mursyaban AliLa IruNerlin
Copyright (c) 2026 Ahmad Mursyaban Ali, La Iru, Nerlin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-10418410410.36709/mores.v4i1.69Persepsi Orang Tua Anak Putus Sekolah Terhadap Pentingnya Pendidikan Formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/68
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) persepsi orang tua anak putus sekolah terhadap pentingnya pendidikan formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna; serta 2) faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas 6 orang tua, 3 anak putus sekolah sebagai responden, serta 3 orang guru sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap pentingnya pendidikan formal tidak sepenuhnya negatif. Sebagian orang tua memandang keputusan anak untuk putus sekolah sebagai langkah pragmatis dalam menghadapi tuntutan kehidupan. Adapun faktor-faktor penyebab anak putus sekolah meliputi rendahnya pendapatan orang tua, kurangnya motivasi dan minat belajar, minimnya perhatian, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua pada dasarnya menganggap pendidikan formal memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak, membangun kemampuan komunikasi, membentuk kepemimpinan, mendorong berpikir kritis, serta membantu anak memahami potensi dirinya. Namun demikian, sebagian orang tua juga beranggapan bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya berhasil dalam membentuk karakter, etika, dan keterampilan sosial anak.</p>La Ode WahirAndi SyahrirMuhamad Saleh
Copyright (c) 2026 La Ode Wahir, Andi Syahrir, Muhamad Saleh
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-104110511510.36709/mores.v4i1.68Pola Keberlangsungan Tradisi Maataa dalam Masyarakat Ciacia Laporo
https://mores.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/90
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola keberlangsungan tradisi <em>maataa</em> (pesta adat atau <em>kande-kandea)</em> dalam masyarakat Ciacia Laporo. Tradisi <em>maataa </em>merupakan salah satu tradisi masyarakat Ciacia Laporo yang kaya akan nilai-nilai budaya dan sejarah masyarakatnya. Tradisi <em>maataa</em> memiliki nilai yang dapat mempersatukan masyarakat pendukungnya. Nilai itu berupa nilai religius dan nilai sosial, bahkan secara filosofis tradisi <em>maataa</em> merupakan perwujudan dari siklus kehidupan terutama yang berhubungan dengan kelahiran dan perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif untuk memahami bagaimana pola keberlangsungan tradisi <em>maataa </em>dalam masyarakat Ciacia Laporo. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh adat, instansi terkait, praktisi, seniman lokal, dan budayawan yang mengerti tentang tradisi <em>maataa.</em> Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Teknik analisis data yaitu dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi <em>maataa </em>memiliki tiga pola keberlangsungan yaitu keberlangsungan dalam pertunjukan, keberlangsungan secara langsung, dan keberlangsungan dalam keluarga. Ketiga pola keberlangsungan tradisi <em>maataa </em>dalam masyarakat Ciacia Laporo ini saling berhubungan dan saling menunjang antara satu dengan yang lain dalam menjamin kebertahanan tradisi <em>maataa. </em></p>RahmanSuharni SuddinLa Ode SyukurLa Ode Wahidin
Copyright (c) 2026 Rahman, Suharni Suddin, La Ode Syukur, La Ode Wahidin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-04-102026-04-104111612210.36709/mores.v4i1.90