Persepsi Orang Tua Anak Putus Sekolah Terhadap Pentingnya Pendidikan Formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna

Authors

  • La Ode Wahir Universitas Halu Oleo
  • Andi Syahrir Universitas Halu Oleo
  • Muhamad Saleh Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.36709/mores.v4i1.68

Keywords:

Persepsi, orang tua, anak putus sekolah, pentingnya pendidikan formal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) persepsi orang tua anak putus sekolah terhadap pentingnya pendidikan formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna; serta 2) faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas 6 orang tua, 3 anak putus sekolah sebagai responden, serta 3 orang guru sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap pentingnya pendidikan formal tidak sepenuhnya negatif. Sebagian orang tua memandang keputusan anak untuk putus sekolah sebagai langkah pragmatis dalam menghadapi tuntutan kehidupan. Adapun faktor-faktor penyebab anak putus sekolah meliputi rendahnya pendapatan orang tua, kurangnya motivasi dan minat belajar, minimnya perhatian, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua pada dasarnya menganggap pendidikan formal memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak, membangun kemampuan komunikasi, membentuk kepemimpinan, mendorong berpikir kritis, serta membantu anak memahami potensi dirinya. Namun demikian, sebagian orang tua juga beranggapan bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya berhasil dalam membentuk karakter, etika, dan keterampilan sosial anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aryanto H., Azizah M., Nuraini V. A., & Sagita, L. (2021). Inovasi Tujuan Pendidikan di Indonesia. JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik, 2(10) 1430-1440. https://doi.org/10.47387/jira.v2i10.231

Assa, R., Kawung, E. J., & Tumiwa, J. (2022). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Di Desa Sonuo Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Ilmiah Society, 2(1). https://ejournal.unsrat.ac.id/

Hakim, A. (2020). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah. Jurnal Pendidikan, 21(2), 122-132. https://doi.org/10.33830/jp.v21i2.907.2020

Harmayani, H., & Basri, B. (2021). Persepsi Keluarga Petani Terhadap Pendidikan Formal Anak (Studi Tentang Keluarga Anak Putus Sekolah Di Desa Baturijal Hulu Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu) (Doctoral dissertation, Riau University). https://www.neliti.com

Rahmawati. (2020). Learning From Home Dalam Perspektif Persepsi Mahasiswa Era Pandemi Covid-19 Jurnal Prosiding Seminar Nasional Hardiknas, 1(1), 9-18. https://proceedings.ideaspublishing.co.id/

Rama, A. (2022). Konsep Fungsi dan Prinsip Manajemen Pendidikan. Jurnal Pendidikan Indonesia, 8(2), 130-139. http://dx.doi.org/10.29210/1202222519

Wahidin, W. (2020). Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Pada Anak Sekolah Dasar. JURNAL PANCAR: Pendidik Anak Cerdas dan Pintar, 3(1). https://ejournal.unugha.ac.id/

Wassahua, S. (2019). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Dikampung Wara Negeri Hative Kecil Kota Ambon. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 204-224. https://doi.org/10.33477/alt.v1i2.199

Wulandari, A., Suntoro, I., & Nurmalisa, Y. (2018). Pengaruh Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Formal dan Lingkungan Tempat Tinggal Terhadap Pekerja Anak (Doctoral dissertation, Lampung University). https://www.neliti.com

Downloads

Published

2026-04-10

How to Cite

La Ode Wahir, Andi Syahrir, & Muhamad Saleh. (2026). Persepsi Orang Tua Anak Putus Sekolah Terhadap Pentingnya Pendidikan Formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna. Mores: Jurnal Pendidikan, Moral Dan Kewarganegaraan, 4(1), 105–115. https://doi.org/10.36709/mores.v4i1.68